Jumat, 10 Mei 2013

seruling kata-kata pujangga






Seorang pujangga besar jawa melukiskan dalam sebuah lambang bahwa zaman yang penuh ketidak adilan ini di ibaratkan sebagai zaman edan tulisan yang di kemas dalam bentuk tembang macapat di awali debgan sinom yang terutai indah Di dalam sebuah rangkaian utuh serat kala tiba. yang kemudian di sebut sebagai zaman kala bendu sunggu menarik untuk membuka kisa ini zaman kala bendu bilah di artikan secara Harifah Kala itu bendu itu Bencana, artinya zaman yang penuh rintangan Dan bencana yang mengancam kelestarian kehidupan manusia yang baik, karya raden ngabehi Rangga Wasita tersebut cuplikannya berbunyi:

Amenangi zaman edan,
Ewuh aya pambudi,
Melu edan ora tahan,
Boya keduman melik,
Kaliren wakasanipun,
Ndilalah kersa allah,
sak beja-bejane kang lali, luwih beja kang eling lan waspodo,

apabila di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia kurang lebih berbunyi:

mengalami zaman gila,
serba repot dalam bertindak,
ikut gila tidak tahan,
jika tidak ikut berbuat gila,
tidak memperoleh bahagia baik milik,
ahirnya menjadi kelaparan,
namun dari kehendak allah,

seuntung-untungnya manusia yang lupa diri , masih lebih bahagia orang yang ingat dan waspada,

pertanyaan kemudian, mungkin kita masuk zaman kegilaan ini, atau zaman kala bendu ini? jawabnya: bisa jadi, mungkin karna terkalu banyaknya plesetan peraturan umum, masyarakat indonesia umumnya terpleset dalam sebuah cara yang Di sebut dengan zaman Salah Kaprah,
artinya Tata nilai yang awalnya di anggap benar sekarang terjungkir balikan yang di anggap benar, sekarang adalah benar menurut yang berkuasa atau punya uang, atau pegang kendali keputusan, sementara orang-arang yang melakoni kejujuran kebenaran sejati malah di katakan tidk benar, bangsa yang awalnya berpegang pada dasar negara yang berorentasi kepada ketuhanan yang maha esa Dan mempererat tali silaturahmi Dan persaudaraan lewat persatuan dan kegotongroyongan yang positif, Dan bermuara pada ahir keadilan sosial nyaris sirna bungkus pancasila malahan berubah menjadi pancudursila, keuangan yang maha esa, kemanusiaan yang di tanggalkan Dan di nomorsatukan, persatuan yang di tinggalkan, kerakyatan yang tak pernah di pikirkan, apalagi keadilan sosial yang jauh panggang dari api,

muncul perlombaan menuju kekuasaan yang paling tinggi menguasai pihak lain dengan jalan yang kadang tidak masuk di akal, lantaran bayak akal-akalan, lomba mengejar kebutuhan duniawi hedonisme tak terperihkan yang lebih menghawatirkan kecendrungan menomorsatukan kepentingan diri, kelompok golongan dengan amat menonjol tidak mengherankan yang beruang yang menang yang mempunyai kekuasaan dan mampu menguasai masa yang banyak yang menang, meski cara pengarahan masa tidak sepenuhnya benar,
plesetan itu memasuki di perbagai kalanga,dari kalangan masyarakat kecil hingga merebak Di elit kekuasaan,anehnya itu bila Di sunggung Di arena panggung lawak malah Di ketawakan atau Di tepuk tangani, sunggu eronis kebenaran sejati masih menjadi tontonan Dan belum menjadi tuntunan hidup,

plesetan yang amat jelas Di muka mata adalah kisah-kisah okmum Di komisi pemiliha umum KPU sebagai conto comisi pilihan umum, memang mendapat komisi dari pemilihan umum itu kelihatannya lumrah selaras dengan namanya, padahal sarannya kan tidak seperti itu, ini sebagai sebuah ibarat,
yang amat sangat menghawatirkan adalah apabilah isi undang-undang dasar 1945 di plesetkan, dan itu kelihatannya menjadi kenyataan bahwa anak terlantar Dan warga miskin et cetera di pelihara negara, seolah-olah kemiskinan Di pelihara negara, selalu Di adakan demi kepentibgan pebguasa, itulah mengapa tidak mustahil muncul penyakit polio, busung lapar, mutaber, kurang gizi, ataupun gizi buruk Dan penyakit masyarakat, lainya terus merebak saling bergantian, yang muncul kemudian lebih mengerikan adalah bencana alam seperti banjir, gempa, stunami, Dan terlebuh lagi bencana politik, naiknya berbagai barang kebutuhan pokok Dan skunder yang kemudian tidak terjangkau oleh rakyat kebanyakan, sampai harga bahan baku pembuat tempe tahu melambung bahkan harus import dari Amirika serikat, kita kaget Dan baru sadar bahwa segala segi kehidupan bangsa ini Dan paling tergantung dari mancanegara, tidak ada upaya yang jelas dari penguasa untuk mengupayakan swasembeda srktor pangan,padahal negara ini termasuk negeri yang makmur Dan apapun BISA tumbuh subur dengan menghasilkan hanya masalahnya pengelolaannya mungkin salah akibat para elit politik Di sibukkan berbuat kekuasaan Dan pengaruh,

bangsa ini bagai suda kehilangan sosok yang mendamaikan, bahkan agamawan Dan ulama bukan jaminan membuat tentram negeri ini, penampilan agamis, tak menjamin bangsa ini nyaman Dan tentram, teror terjadi Di manapun baik yang terbuka maupun yang terselubung,
pencapaian prodak domestik bruto bangsa ini yang motabene Di cekokkan bangsa asing menjadi tolok ukur kemajuan peradapan bangsa seolah-olah Hal itu memang satu-satunnya sarat menepati kemajuan,
bahwasannya leluhur atau nenek moyang Dan para pendahulu bangsa ini memberikan piwulung luhur nasehat untuk mengajar kehidupan metirial, spiritual, yang seimbang seolah-olah tidak tersentuh lagi, akibatnya bangsa ini jadi bulan-bulanan Di negeri lain yang merasa lebih tinggi dabln lebih berwibawa Di dunia unternasional , seolah-olah bangsa kita tidak mempunyai harga diri Di dunia internasional, bukan barang aneh kalau negeri-negeri krcil tetangga kita mencoba untuk mengotak-atik pertahanan ini, martabat bangsa seolah-olah suda jatuh Di Mata dunia internasional,

hendonisme suda sedemikian mencekam masyarakat Di negeri ini, oleh karna itu kalau ada segelintir masyarakat yang mengajak kehidupan yang baik selaras dengan piwulung luhur leluhur Di anggap ngawur itulah kemudian orang yang mengajak untuk hidup secara baik malahan Di sebut sing bener ora lumrah, yang bener Di nilai tidak wajar, kejujuran jadi luntur, kerendahan hati jadi mati, rasa kemanusiaan indonesia seolah sirna, sistem membuat manusia indonesia MATI rasa,,
urip tanpa rasa kadya reca
hidup tanpa perasaan ibarat arca.
riwa riwi ka duwe isin- mondar mandir tak mempunyai rasa malu,

masyarakat jawa mempunyai ungkapan yang unik yang Di kemas dari mutiara kata warisan leluhur neng arep nang kediri liwata ponorogo: apa ini artinya:
sesunggunya kalimat ini membuat piwulung adilubung nasehat luhur kediri, manusia harus mampu melihat diri pribadinya senduri,kesalah, kekurangan, kelebihan, supaya bisa mempunyai kepercayaan diri,
demikian pula ponorogo merupakan simbol agar manusia memahami badannya sendiri, maksudnya manusia tau asal-usul dan tujuan hidup, tahu sangkae paraning dumadi untuk sagu mawas diri manusia cari pegangan, pegangan itu paling utama tidak lain sumeleh atau sumarah, pasrah ing gusti, berserah diri kepada tuhan pangeran yang di dalam tradisi jawa di sebut gusti hyang manon kang arya jagat atau kang murbeng dumadi,

keparasan ini bukan berarti tidak mempunyai usaha dan upaya, tetapi bermakna bahwa hidup tidak perlu serakah- ngangsa-ngangsa, tidak bertindak menuruti keinginan hawa nafsu serakah, sebenarnya langkah orang jawa khususnya Dan nusantara pada umumnya itu sangat teliti dan sangat berhati-hati Dan hitung dengan cermat,
luhat saja kalau mau menikahkan anaknya di hitung tanggal dan bulannya dengan cermat, mau pindah rumah juga demikian,semua Di hitung artinya Di harapkan agar tidak tersandung rintangan dan janfan sampai mendapatkan mara bahaya, juga kalau kita pikir kata-kata seperti trampil, sregeep, jujur, dan rajin, semua itu dari kata jawa, magang atau nyantrik juga dari jawa,
jadi mencari kepandaian Dan ketajaman pikir itu wajub, agar supaya bisa bekerja dengan trampil jujur Dan tekun, kalau bahasa sekarang menjadi orang yang disiplin tinggi, agar supaya menjadi manusia yang hidup dengan tentram Dan damai, semua langkah Dan tindakan kemudian Di serahkan semua pada Allah,
ora sirik marang liya bisa narima ing pandum, artinya: merasa iri maupun dengki bisa menerima diri apa adanya,
demikian piwulung jawa berasas membangun jiwa,tau bakat diri, kalau tidak bisa naik pangkat lantaran tak cakap , ya tak perlu nyuap atau dengan menggunakan cara-cara yang tak benar, bisa menerima nasip dengan lila legawa tidak di terima jadi pegawai negri sipil-PNS, tak perlu neko-neko artinya: aneh-aneh,


  1. Sebegja Bejane wong Lali, isih Luwih Bejo Wong Eling Lan Waspodo,
  2. artinya:
  3. seuntung-untung orang lupa, nasih lebih beruntung mereka yang inngat Dan waspada,

semboyan ini sangatlah penting umumnya Di masyarakat yang suasananya tidak baik, biasanya tidak tahu kalau tak ikut arus dalam nastarakat tersebut kalau satu departemen corupsi ngapain tidak ikut-ikutan kotupsi misalnya kalau tidak ukut-ikutan, kapan kayaknya? sak jeg jumbleg ra ngarap keturutan lha nek kabeh royokan rayaban, dadine negoro yo koyo saiki -iki, artunya:
umum Di masyarakatl kalau tidak ikut arus Di anggap aneh,oleh karena itu marilah kita conto tali warnda netepi tata krama adi lubung, marilah berbena membina moral etika jerja,

coba kita lihat zaman dulu busa membangun borobudur Dan prambanan ratu sima di kalingga benar-benar menegakjan tatanan Dan hukum negara, jalau kala itu ada korupsi tudak bakal ada siapa peninggalan masa lalu, kalau punya tekat besar di laksanakan dengan tata cara yang benar, di landasi dengan kepintaran dengan ketrampilan rajin Dan tekun hasilnya di kembalikan tuhan, hati ini bakal tentram, dengan begitu kita bisa membangun dunia denfan semboyan hamemaya bayuning bawana tidak cukup dengan tekat Dan semangat tetapi perlu di landasi ilmu yang benar di pertimbangkan,Di lakoni dalam organesasi, hemanayu tudak bisa Di lakoni sendiri tapi harus Di kerjakan bersama dengan semangat holobis kuntul baris bekerja sama-sama tolong menolong bahu menbahu, isi mengisi, bukan malahan saling membunuh meniadakan Dan menyalahkan,
semboyan satu utu memang termasyur, tetapi manusia jawa khususnya dan nusantara umumnya yang terdidik ,kenal dengan kawrub pengetahuan tentang Hal itu pengetahuan tidak saja khusus untuk orang jawa, tetapi juga untuk seluruh manusia hidup Di jagat raya ini, Di dalam bahasa agama upaya untuk membuat bumi indah termasuk menjadi kewajiban, sebaluknya merusak bumi Dan atmosfir di larang oleh yang maha kuwasa, berat memang manusia ikut membuat dunia ini indah, sebab harus menguasai ilmu, hamemayu tidak cukup dwnfan bonek bondo nekat Dan mulut,

kalau kita cermati Di zaman merdeka seperti ini kok malah banyak kebun terlantar, hutan Di gunduli, air kotor, Dan droinase pada buntu, bsnjir Di mana-mana, masalahnya bukan pada mempunyai ilmu atau tidak, tetapi punya ilmu saja tidak cukup,

sadar ! merusak itu Di larang membubuh manusia lain itu durhaka, menghakimi orang lain itu bukan wewenang manusia sendiri, tetapi semua ada aturannya, harus ungat bahwa hidup bakal enak di tempat yang nyaman juga, kalau sadar bumi Dan angkasa harus Di Tata dengan ilmu,
itulah semangat tradisi yang wani ngroba sikap bangun patrap, merubah sikap dan membangun kembali tingkah dan tindakan untuk mengubah zaman manusia jawa berani mucat sarira bengrasa wani mawas diri, berani untrospeksi kalau saalah bukan orang lain yang Di salahkan,

biasanya mulut satria di tamba dengan kata-kata eling lan waspodo lalu merasa, siapa manusia itu, apabila suda menyadarinya manusia bakal bisa hidup andhap asar sumeleh marang gusti : senantiasa sadar terhadap tuhan yang maha esa,
ingat kepada tuhan tidak hanya punya kepercayaan diri kalau di bumu ini memiliki Allah, anak kecil pun tahu, namun PENUH dengan kesadaran, waspada jangan sampai tersesat, Dan tidak asal jalan, kalau ngomong harus tahu siapa yang di ajak ngomong, semua harus Di pethitungkan denngan cermat, piwulung jawa memang mengajak orang ora lumrah- mengajak ke jalan kebenaran memang tidak wajar , tetapi itulah jawa yang mempunyai jiwa kang jawi bukan sekedar etnik jawa tetapi lenbih -lebih menonjolkan kearifan hidup bijaksana yang merupakan arti sesunggunya dari Jawa yang berasal dari kata Jawa

////////////////////////////////////////








cukup sekian kata-kata yang dyan sampaikan semonga shobat semua khususnya semua yang hadir disini semoga bermanfaat kpda kalian semua artikel yang dyan sampaikan pada blog ini dan bisa berfikir lebih dewasa mendalami arti sebuah kehidupan di zaman dulu hingga ke zamman sekarang ini,
tuhan tak peernah menjajikan langit senantiasa biru, selalu jalan hidup di penuhi bunga-bunga, tuhan tidak menjajikan matahari tanpa hujan, kebahagiaan tanpa kesedihan, damai tanpa penderitaan, tapi tuhan menjanjikan kekuatan untuk setiap hari istirahat sesudah kerja keras , cahaya untuk menerangi jalan, rahmat untuk cobaan, bantuan dari atas, simpati yang tiada hati, cinta yang tak pernah mati, mari kita bangun jati diri kita yang kokoh,!!!!!
Wasalam Dyan

18 komentar:

MaYa KayLa mengatakan...

saiki zamane wes edan atau orang orang dh pda gila ya?

dyan ankers mengatakan...

Met malam maya gmana kabarnya say shat?

Silahuddin Silla mengatakan...

Oh. . . .ok

dyan ankers mengatakan...

Mkasih atas kunjungannya gan

Hardi Sulaeman mengatakan...

Salam untukmu dyan

dyan ankers mengatakan...

wlkm sala hardi trmksh Di atas kunjungan Dan sarannya n kmbli salam untuk kedamaian hati,

Nova Ardiantika mengatakan...

Wah nova menemukan dyan d dunia maya wauwau..

dyan ankers mengatakan...

met malem nova, mksh uda mampir kesini

Sella Maylinda mengatakan...

Selmt beristhrt dyan...

dyan ankers mengatakan...

Mksh ea sella uda msmpir n join di bloh dyan,

Sella Maylinda mengatakan...

Mksh jg dyan dh join diblognya sella,

MaYa KayLa mengatakan...

alhamdulillah wek,,,,lumayan,,,,
wek,,,,folback blog ane ya jka berkenan,,,,
tq

Agus Deraline mengatakan...

Slamat malam..dyan ankers..tulisan ma background nya samar..swory mklum dah aga rabun neh baca nya jd ngeja...hehehehe

dyan ankers mengatakan...

kerabunan Mata adalan soal biasa pda orng yg sda berusia lnjut,namun pengettian Dan kpahamn itu yang lbih utama, AGUS terimakasih atas kunjungannya,

Agus Deraline mengatakan...

hehehe...kan saia makh msih muda...hehehe
makasii jga...dyan ankers dah mmbri warna..nuansa..etc..pd rekan muda sbaya..stidaknya mmbntu motivasi...swory klo saia ikut posting pnya nya anda dyan ankers...

dyan ankers mengatakan...

ok sip agus thanks

Ekokaryo Boyo mengatakan...

Pitutur yang sangat mendalam @Dyan.. Tapi setidak2nya kita harus punya pegangan dan selalu YAKIN.. posting yg sippp

dyan ankers mengatakan...

ok ekokaryo ttmksih kritik Dan sarannya